.Kutulis Artikel ini agar aku merasa lega akan pikiran yang selama ini aku pendam, sesuatu yang mungkin menjadi salah satu bumbu yang masam dalam hidupku, memberi warna hitam dalam lembaran kertas putih hatiku, di lain sisi aku juga mendapat suatu yang tak mungkin orang lain mendapatinya,
Simak cRitaku ne....
Pasalnya aku pernah ngikutin sebuah Dauroh, lo tw gak Dauroh tu apa? Dauroh tubisa diktakan sejenis seminar, di sna aku duduk di tengah2 dan agak di depan, karena aku berpikiran lebih dekat dengan pembawa materi sama dengan dekat dengan ilmu, dengan semangat yang tak klah dengan Bekham yang bernafsu membuat gol, aku terus mengikuti setiap alunan suara sang pembawa materi, namun di tengah2 kesibukan menelaah, cie menalaah, ya aku di kagetkan dengan sebuah udara yang dalam lambung , dalam perjalannya akan mencari jalan keluar ke tempat yang lebih luas, ya aku merasa akan segera kentut, bingung bukan kepalang aku saat itu, di sana aku bersama orang2 yang notabene ber pendidikan, masak di antara orang 2 berpendidikan ini aku kentut, keringat dingin ku keluar membasahi sebagian kemejaku, dengan segenap tenaga dan dorongan untuk tidak membuat diriku terlihat memalukan, akhirnya aku tahan sampai akhirnya aku keluar gedung waktu acara berakhir, anehnya aku saat itu dah tidak merasa pengen kentut lagi, dan aku tak begitu bermikir macam2. herannya kentut yang tidak di keluarkan berubah menjadi sebuah malapetaka buatku, aku masuk angin malamnya, karena gas yang seharusnya dikeluarkan di tahan dalam lambung, uh, sakit banget orang masuk angin itu.
Beda lagi dengan yang satu ini, aku saat itu ikut makan ma saudaraku di sebuah warung makan, saat itu aku di traktir karena dia baru dapat arisan, heran jaman sekarang kok masih ada yang ikut arisan apalagi seorang remaja. tapi aku ngikut aja, kan di traktir , enak loh. ya aku saat itu memilih menu kesukaanku, yaitu bebek goreng, dan temen ku dia juga ngambil menu yang sama denganku, karena kami memang masuk ke warung bebek goreng dan bakar. tapi sebelumnya temenku tu makan gorengan berupa pohong goreng. ditengah2 acara makan aku merasakan ada sebuah bau yang menurutku tidak asing lagi, ya jelas sekali aku mencium bau kentut. bau nya sungguh di luar standart yang boleh di keluarkan. aku mulai tak tenang, aku mencoba mencari sumber kentut sapa taw bisa aku damprat dia karena kentut sembarangan.
tapi saat aku mencari sumber kentut eh, aku malah di tuduh yang kentut ama cewek yang tanpa di sengaja dia berada pas di belakang ku. aku membantah "enggak kok, kamu mungkin yang kentut, bau nya dari arah belakang kok", "eh di tuduh kok malah nuduh, tak tahu sopan santun, bau banget lagi...!" ujar si cewek, untung saudaraku ikut bicara "eh mbak gak sah emosi dong, gini aja mbak tetap makan dan bernafas pake mulut, biar gak tercium bau kentut saya, eh maksudku kentut sapa ya...?" , lang sung tuh cewek marah2, sungguh makan gratis yang mengesankan......
Dari dua peristiwa itu aku mengambil dua kesimpulan
1. Klo mau kentut jangan di tahan, ntar bisa bikin perut kembung, danmasuk angin.
2. klo pengen terhindar dari bau kentut, kita harus mengandalkan pernapasan dengan mulut, tidak dengan hidung.
Dan suatu ketika aku praktekan hal yang kedua saat aku kentut aku coba bernafas pake hidung, uh bau, terus aku pindah ke pernafasan pake mulut , manjur dah resepnya.
Dan ketika itu juga aku praktekkan hal yang pertama, aku pikir betul juga klo mw kentut ya kentut aja, aku kentutkan kentutku dengan segenap kekuatan dan bertenaga,
aku berharap agar bisa lega, eh karena terlalu kuat dan bertenaga yang keluar bukan hanya suara yang nyaring tapi juga ampasnya, ihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.....
Akhirnya Kentutku membawa Petaka
Selengkapnya...
Ringkasan...